Kepala DPU

Kabupaten Semarang

Ir. F. TOTIT OKTORIYANTO, MM.

Alamat

  Jl. KH. Hasyim Ashari No. 3 UNGARAN - 50517
  (024) 6921607
  dpusemarangkab @gmail.com

Search

Peta Digital

 

Link Terkait

 
 
 
 
 

Login Form

Link Internal

 
 
Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, yang berfungsi dalam mendukung
terselenggaranya pendidikan, keluarga, persemaian budaya, peningkatan kualitas generasi
yang akan datang dan berjati diri. Untuk memenuhi kebutuhan pokok akan rumah tinggal
yang sangat meningkat, khususnya pada daerah-daerah perkotaan dan daerah-daerah
industri, Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) menjadi alternatif
dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal.      
Pembangunan Rusunawa salah satunya dapat dilakukan dengan pola Unit Pelaksana
Teknis (UPT) yang didasarkan pada kemampuan atau besarnya penghasilan penghuni, 
bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan pendapatan maximum sebesar upah 
minimum kabupaten/ kota (UMK) diarahkan oleh Pemerintah melalui APBN/ APBD
yang tidak mengharapkan pengembalian investasi.      
Dengan adanya pembangunan Rusunawa pola UPT ini diharapkan dapat mengatasi
beberapa permasalahan permukiman yang ada, dan dapat memberikan peluang dalam
peningkatan kualitas masyarakat dalam penyediaan tempat hunian yang layak sesuai 
tata ruang daerah. Selain itu, pembangunan Rusunawa ini juga dapat menanggulangi 
lingkungan permukiman perkotaan yang berkembang tidak sehat (kumuh, dan menjembatani
masyarakat untuk mendapatkan tempat hunian yang layak dengan cara menyewa 
sesuai kondisi / kemampuan mereka.        
                 
I. Dasar Hukum          
  1. Perda Kab.Semarang Nomor 2 Tahun 2012 Tanggal 24 Januari 2012.
  2. Perda Kab.Semarang Nomor 2 Tahun 2012 Tanggal 24 Januari 2012 Tentang Retribusi 
    Jasa Usaha.        
  3. Perubahan Perda Kab.Semarang Nomor 4 Tahun 2010 Tanggal 15 April 2010 Tentang
    Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Atas Rumah Susun Sederhana Sewa.
  4. Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor :
    14/PERMEN/M/2007 Tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa.
                 
II. Lokasi :            
  1. Kampung/Jalan  : Jalan Ambarawa - Bandungan  
  2. Desa/Kelurahan        : Kranggan      
  3. Kecamatan : Ambarawa      
  4. Kabupaten : Semarang      
                 
III. Struktur Bangunan :        
  1. Jumlah lantai : 5 (lima) lantai      
  2. Jumlah / model : 1 Twin Blok / Type 24  
  3. Jumlah unit/ luas : 99 unit / 2.227,5 m2    
  4. Pondasi   : Batu belah, beton bertulang  
  5. Kerangka utama  : Baja, kolom/balok, beton bertulang
  6. Dinding   : Batubata      
  7. Lantai   : Keramik      
  8. Kerangka atap  : Baja ringan      
  9. Atap   : Multiroof      
                 
IV. Persyaratan :          
  Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 14/PERMEN/M/2007
  Tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa, sebagai berikut :
  1. Form Pendaftaran/Permohonan Menghuni Rusunawa  
  2. Foto copy KTP Pemohon.        
  3. Surat Pengantar        
  4. Surat Pernyataan        
  5. Surat Keterangan Bekerja dan Belum Memiliki Rumah  
  6. Data Pemohon dan Kependudukan/DPK      
  7. Surat Keterangan Menyetujui Tata Tertib Penghunian Rusunawa
  8. Kontrak Perjanjian Sewa Menyewa Rumah Susun Sederhana Sewa
                 
IV. Sistem, Mekanisme dan Prosedur :      
  1. Pendaftaran Calon Penghuni      
    Pendaftaran calon penghuni rusunawa dilakukan oleh badan pengelola dengan
    mempersiapkan :        
    - Formulir pendaftaran calon penghuni      
    - Tata cara pendaftaran calon penghuni      
    - Calon penghuni rusunawa diwajibkan mengajukan permohonan tertulis
      dan melengkapi persyaratan yang ditetapkan.  
  2. Penetapan Calon Penghuni        
    Setelah dilakukan pendaftaran calon penghuni selanjutnya dilakukan penetapan
    calon penghuni oleh badan pengelola dengan tata cara sebagai berikut :
    - Menyeleksi calon penghuni yang telah mendaftar dan telah memenuhi
      persyaratan.        
    - Menetapkan pemohon yang ditunjuk sebagai calon penghuni.
    - Menetapkan daftar tungu calon penghuni yang memenuhi syarat dan
      lulus seleksi.        
    - Mengumumkan dan memangil calon penghuni.  
    - Meminta penghuni untuk mengisi surat pernyataan untuk mematuhi tata
      tertib penghunian.        
    - Membacakan dan memberitahukan hak dan kewajiban penghuni kepada
      penghuni, sebulum penandatanganan perjanjian sewa menyewa.
    - Menyampaikan surat pengantar dari pengelola untuk disampaikan
      kepada lingkungan rukun tetangga/rukun warga/ketua kelompok/
      ketua blok setempat untuk dicatat dan digunakan sebagai bukti bahwa
      penghuni yang bersangkutan dinyatakan resmi menjadi penghuni
      rusunawa.        
    - Memberikan surat pembatalan penghunian kepada calon penghuni yang
      tidak memenuhi syarat.      
    - Mendapat pendampingan mengenai penghunian dari badan pengelola 
      dan/atau institusi lain yang berkaitan.      
    - Mendapat penjelasan, pelatihan dan bimbingan tentang penanggulangan 
      bahaya kebakaran dan evakuasi , pengelola sampah, pembuangan limbah,
      penghematan air, listrik dan lainya.      
    - Memanfaatkan prasarana,sarana dan utilitas sesuai dengan fungsi.
    - Bagi penghuni yang cacat fisik dan lanjut usia berhak mendapat perlakuan
      khusus.        
    - Perlakuan khusus sebagaimana dimaksud meliputi penempatan ruang hunian
      dan mobilitas.        
  3. Kewajiban Penghuni        
    Penghuni sarusunawa berkewajiban untuk:      
    - Mentaati peraturan tata tertib serta menjaga ketertiban lingkungan.
    - Mengikuti aturan tentang kemampuan daya dukung yang telah ditetapkan
      pengelola.        
    - Memelihara, merawat, menjaga kebersihan satuan hunian dan sarana umum
      serta berpartisipasi dalam pemeliharaan.    
    - Membuang sampah di tempat yang telah ditentukan secara rapi dan teratur.
    - Membayar restribusi pemakaian sarana air bersih ,listrik dan gas.
    - Membayar uang sewa dan jaminan uang sewa;  
    - Melaporkan pada pihak pengelola bila melihat adanya kerusakan pada 
      prasarana, sarana dan utilitas di rusunawa.    
    - Membayar ganti rugi untuk setiap kerusakan yang di akibatkan kelalaian
      penghuni.        
    - Mengosongkan ruang huni pada saat perjanjian sewa berakhir.
    - Berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan dan kehidupan bermasyarakat
      yang harmonis.        
    - Mengikuti pelatihan dan bimbingan yang dilaksanakan oleh pengelola secara
      berkala.        
    - Memarkir dan meletakan kendaraan di area yang telah di tetapkan.
                 
  4. Larangan Penghuni        
    Penghuni sarusunawa dilarang.      
    - Memindahkan hak sewa kepada pihak lain.    
    - Menyewa lebih dari satu satuan hunian.    
    - Menggunakan satuan  hunian sebagai tempat usaha/gudang.
    - Mengisi satuan hunian melebihi ketentuan tata tertib.  
    - Mengubah prasarana, sarana dan utilitas rusunawa yang sudah ada.
    - Menjemur pakaian dan lainya di luar tempat yang telah ditentukan.
    - Berjudi, menjual/memakai narkoba, minuman keras, berbuat maksiat, kegiatan
      yang menimbulkan suara keras /bising, bau menyengat, termasuk memelihara 
      binatang peliharaan yang mengangu keamanan, kenyamanan dan ketertiban
      lingkungan.        
    - Mengadakan kegiatan organisasi terlarang sebagaimana peraturan perundang -
      undangan yang berlaku      
    - Memasak dengan mengunakan kayu, arang, atau bahan lain yang mengotori
      dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran.    
    - Membuang benda-benda ke dalam saluran air kamar mandi/WC yang dapat
      menyumbat saluran pembuangan.      
    - Menyimpan segala jenis bahan peledak, bahan kimia, bahan bakar atau bahan
      terlarang lainnya yang dapat menimbulkan kebakaran atau bahaya lain.
    - Mengubah konstruksi bangunan rusunawa.    
    - Meletakan barang-barang melampaui daya dukung bangunan yang ditentukan.